“Banyak orang yg mampu tapi tidak mau, tapi banyak orang yg mau tapi mampu.”

Halo sobat KP! Gimana nih kabarnya? Semoga di minggu ini kalian masih tetap semangat menjalani hidup kalian, ya!

By the way, mimin rasanya mau banget deh bisa ngerasain pengalaman pergi ke luar negeri apalagi kalo bisa jalan-jalan keliling dunia. Sobat KP juga mau banget gak sih ngerasain pengalaman kayak gitu? Pasti mau banget, kan?

Nah, seperti pengalamannya kak Rifki yang satu ini, narasumber kita yang di mana beliau sudah pernah berkunjung ke 25 negara. Wah… keren banget, bukan? Dan bukan hanya itu saja nih, beliau juga sudah mendapatkan sertifikasi menjadi tour leader lho, sobat KP!

Gimana sih cerita lengkapnya? Yuk, mari kita simak!

Siapa itu kak Rifki?

Sumber: Foto pribadi Rifki Aris Sandi

Rifki Aris Sandi adalah seorang ASN. Beliau sekarang ditugaskan di Jayapura, Papua.

Selain itu, beliau juga seorang backpacker lho, sobat KP!

Jadi, backpacker itu adalah istilah seseorang yang bepergian jauh ke suatu tempat dengan bawaan barang yang sangat minimalis dengan tas gendong dan juga perlengkapan yang perlu saja, serta dana minimalis yang sudah direncanakan dan diatur sedemikian rupa untuk bepergian ke tempat-tempat yang diinginkan, akomodasi tempat menginapnya, dan segala macamnya. Pokoknya serba minimalis, deh!

Berikut negara-negara yang pernah kak Rifki kunjungi, yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, Vietnam, Brunei, Jepang, Korea, India, Belanda, Paris, Jerman, Portugal, Peru, Mexico, Amerika, Australia, Filipina, Hong kong, Makau, Spanyol, Belgia, Cina, dan lain-lain.

Berawal dari menjadi panitia National Olympic Sea Games hingga akhirnya bisa mengarungi 25 negara

Apa sih motivasinya kok bisa sampai menjadi seperti sekarang?

Saat waktu SMA, kak Rifki sangat suka belajar bahasa asing seperti bahasa Jepang bahasa Inggris jadi rasanya pengin suatu hari nanti bisa pergi ke luar negeri.

Setelah itu di tahun 2011, di mana saat masih kuliah, kak Rifki berkesempatan menjadi panitia National Olympic Sea Games 2011 yang memimpin para peserta dari Vietnam, Laos, dan lain-lain. Lalu berkenalanlah dengan para peserta itu dan kak Rifki jadi berangan-angan rasanya pengin ngerasain bisa berkunjung ke negara-negara asal mereka suatu hari nanti.

Lalu setelah acara Sea Games selesai, barulah kak Rifki mencoba pergi ke luar negeri sendirian dan menjadi backpacker karena beliau sendiri suka untuk solo traveling sebab lebih merasa bebas dan bisa menikmatinya sendirian tanpa beban.

Di samping itu, kak Rifki sendiri suka tempat yang bersejarah, ke bangunan-bangunan yang ikonik, pemandangan alam yang oke tapi kurang suka dengan pemandangan yang banyak gedung modern karena lebih suka gedung-gedung yang klasik/historikal. Kuliner pun juga suka, terutama di Thailand. Kemudian beliau juga suka ke tempat-tempat berdasarkan rekomendasi dari latar film yang pernah ditonton.

Jadi begitulah yang membuka jalan pertama kalinya kak Rifki pergi ke luar negeri dan terbukalah wawasan baru dengan traveling.

Tips untuk menyiasati dana ala kak Rifki tuh gimana sih?

Sumber: Foto pribadi Rifki Aris Sandi

Setelah beliau mendapatkan gaji dari menjadi panitia Sea Games 2011 itu, mulailah beliau meriset semua hal yang berkaitan tentang backpacker di Google seperti riset itinerary nya apa saja, akomodasinya dimana, tiket pesawatnya berapa, kendaraan di negara tujuan itu apa saja dan biayanya berapa, dan lain-lain. Semua direncanakan dan dihitung-hitung dengan baik dan rinci dan memastikan apakah semuanya cukup dari gaji yang beliau dapatkan tersebut.

Dengan menjadi backpacker, kak Rifki bisa ketemu banyak backpacker lain dari berbagai negara, berbagi pengalaman, dan terbukalah wawasan baru.

Lalu kok bisa menjadi tour leader bersertifikasi?

Setelah kak Rifki lulus kuliah, beliau kepikiran kenapa gak buka travel agency aja.

“Kakak saya lalu menyarankan itu dan kakak saya yg buka travel agency, lalu saya yang urus tour arrangements, dan lain-lain.” ucap kak Rifki.

Dari travel agency tersebut, beliau mulai menargetkan untuk para backpacker, lalu jualan-jualan perlengkapan khusus backpacker, merencanakan bagaimana bisa traveling murah, dan sebagainya.

Nah, agar customer atau peserta dari travel agency yang beliau bawa lebih percaya kepada jasa yang disediakan, akhirnya kak Rifki mengikuti program dari lembaga BNSP yaitu ujian sertifikasi tour leader. Singkat cerita, beliau mendapatkan sertifikasi tersebut dan lebih diakui sebagai tour leader.

“Ini bisa dibilang sebagai tuntutan agar customer yang saya bawa itu lebih percaya kalau ternyata ownernya sudah tersertifikasi gitu.” Ucap kak Rifki.

Apa saja yang tidak boleh dilakukan sebagai tour leader?

Jadi tour leader itu juga ada pantangannya lho, sobat KP!

Tugas tour leader itu merencanakan semua kegiatan sebelum keberangkatan, mengatur semuanya seperti tiket pesawat, akomodasi tempat menginap, mengurus kesehatan customer atau peserta, kendaraannya. dan lain sebagainya. Juga sebagai pemimpin tur serta berkoordinasi dengan guide di negara lain atau negara tujuan. Tour leader tidak punya wewenang untuk menjelaskan hal-hal tentang tempat destinasi di negara tujuan, menjelaskan budaya setempat, ciri khas negara, dan lainnya karena itu adalah tugasnya tour guide.

Jadi, itulah bedanya tour leader dan tour guide, sobat KP!

Pernah punya pengalaman yang ga enak selama traveling gak sih?

Selama 11 tahun memiliki pengalaman di dunia traveling dan menjadi backpacker, kak Rifki mengaku bahwa pengalamannya seru semua dan sangat berkesan. Namun, ada suatu momen tidak mengenakan pada saat beliau dari Brussel ingin menuju ke Paris dengan menaiki bis. Beliau mengalami delay selama sekitar 3 jam dari pukul 10 malam waktu setempat dan akhirnya berangkat pada pukul 1 pagi di kondisi cuaca -5 derajat. Kak Rifki pun sangat kedinginan pada saat itu.

Pernah ada kendala di bahasa gak sih?

Sumber: Foto pribadi Rifki Aris Sandi

Pada saat ke Perancis, Jerman, Spanyol, kak Rifki merasa warga setempat kurang lancar menggunakan Bahasa Inggris. Jadi, untuk meminimalisasi tersesat di negara orang, sebelum berangkat beliau harus meriset dulu, buat sendiri itinerary, semuanya browsing dan mengatur semuanya secara rinci. Setelah sudah tau mau kemana dan biaya transportasi saat di negara tujuan, beliau tidak perlu khawatir karena sudah tertata semua budgetnya. Dari budget total itu pun beliau sisihkan sebanyak 20% untuk uang cadangannya jika ada kondisi darurat.

“Jadi, kalo misal nanti ada orang tanya dan ga bisa bahasa inggris, jadi kita sudah tau segala macemnya, jadi bisa meminimalisir tersesat di negara orang. Harus wellprepared banget!” Kata kak Rifki.

Menurut kak Rifki, kira-kira negara mana di Asia Tenggara ini yang cocok untuk dijadikan tempat tinggal selain Indonesia?

Menurut beliau, negara yang sekiranya nyaman dijadikan negara kedua selain Indonesia adalah Thailand karena tempatnya bagus-bagus, dan pendidikan di sana pun juga bagus, negaranya juga sudah maju dengan biaya hidupnya yang lumayan bisa dijangkau

Tips untuk sobat KP yang punya keinginan memulai jadi seorang traveler

Sumber: Foto pribadi Rifki Aris Sandi

Yang pertama adalah harus memiliki niat yang kuat, menabung atau juga bisa sekalian apply beasiswa, bergabung dengan grup-grup para backpacker, dan yang paling penting adalah berani, berani untuk pergi sendiri jika ingin menjadi solo traveler.

Kemudian kak Rifki juga menyarankan untuk orang yang ingin ke luar negeri untuk pertama kalinya untuk coba pergi ke Thailand karena budgetnya di sana lebih murah daripada Singapura yang di mana memang negara tersebut lebih dekat dengan Indonesia.

Itulah cerita pengalaman seru kak Rifki bagaimana bisa beliau mengarungi 25 negara sekaligus menjadi tour leader yang bersertifikasi.

Gimana nih, sobat KP? Seru banget kan cerita pengalamannya?

Dari cerita pengalaman kak Rifki di atas, semoga kalian menjadi paham ya apa itu perbedaan antara tour leader dan juga tour guide. Semoga juga kalian termotivasi dengan perjalanannya kak Rifki, ya!


Oh ya sobat KP, Kamar Pelajar juga mempunyai yang namanya Pandu, lho! Jadi di misalkan sobat KP mau jalan-jalan ke luar negeri tapi takut tersesat, kalian bisa langsung cek aja di  www.kamarpelajar.id/pandu

Post your comment

Your email address will not be published.